Program Belajar di Suluh Bangsa Mulia

Konsep Belajar Mandiri dan Merdeka

Mengapa anak datang ke sekolah? Mereka datang untuk berinteraksi, bertemu teman dan bersosialisasi. Suluh Bangsa Mulia dirancang untuk menyediakan ruang aman bagi anak belajar lewat interaksi yang mereka lakukan, bersama teman sebaya, adik atau kakak kelas dan atau pembimbing di ruang virtual 3D. Suluh Bangsa Mulia merupakan satuan pendidikan formal dengan ijasah formal.

Jika kita melihat tujuan pendidikan menurut UU SISDIKNAS, ada enam tujuan pendidikan yaitu spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan. Keenamnya dijalin untuk membentuk profil pelajar Pancasila, yaitu pelajar yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri.

Anak ditemani seorang wali murid akan diajarkan dan dibiasakan untuk memahami potensinya, menyusun rencana belajarnya dan kemudian secara mandiri menyelesaikan modul belajar yang telah dia tentukan. Proses pembelajaran dicatat dan didokumentasikan melalui LMS (Learning Management System) yang terhubung dengan kelas virtual peserta didik.

Peserta didik diperbolehkan mengusulkan Kelas Pendalaman atas subyek yang tidak dia pahami dengan syarat: dia mengajak paling sedikit lima orang temannya untuk bergabung. Dengan demikian anak juga diajarkan untuk meyakinkan orang lain dan menjual ide pada orang lain.

Peserta didik diwajibkan mengikuti Kelas Sosial yang disusun berdasarkan tahapan perkembangan, pembicara diundang dari para pakar dibidangnya. Di ruang ini anak-anak diajak untuk belajar mendengar, menganalisa, memberikan pendapat, dan berinteraksi dalam lingkungan ilmiah.

Inti dari konsep pendidikan di Suluh Bangsa Mulia adalah self-discovery. Anak diajak untuk membentuk kebiasaan baik, mengembangkan literasi dan terus memelihara rasa ingin tahunya lewat CACT (Cara Asyik Cari Tahu), yaitu penelitian mandiri anak berbasiskan keminatannya. Hasil dari penelitian ini kemudian dipajang atau dipresentasikan ke keluarga, teman sebaya, dan akhirnya di Kelas Umum yang diselenggarakan tiga bulan sekali.